Tampilkan postingan dengan label Zakat Mudah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zakat Mudah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Maret 2021

KEMUDAHAN DAN MANFAAT BAYAR ZAKAT

 Bayar Zakat


Bayar Zakat - Ibadah zakat merupakan rukun islam yang keempat setelah puasa Ramadhan. Zakat ini hukumnya bersifat wajib bagi mampu, yang artinya jika menunaikan zakat akan mendapatkan pahala, dan yang tidak melaksanakannya akan mendapat dosa.

Zakat sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu zakat fitrah dan zakat mal atau harta. Zakat Fitrah merupakan zakat yang wajib ditunaikan setiap muslim pada saat bulan Ramadan sebagai pembersih atas perbuatan dosa dan menyempurnakan puasa. Di Indonesia zakat fitrah dibayarkan dengan beras sebanyak 2,5 kg atau uang senilai tersebut.

Sementara zakat mal merupakan zakat harta benda yang wajib dikeluarkan seorang muslim yang telah berpenghasilan. Zakat mal dibayarkan jika harta itu sudah dimiliki penuh dan memenuhi nisab dan haulnya. Maka dari itu zakat mal dibayarkan sebanyak 2,5% dari jumlah harta keseluruhan setahun sekali.

Dari sedikit penjelasan tentang zakat tadi, masih banyak kaum muslim yang masih awam tentang manfaat berzakat, apa faedah dan hikmah yang dapat dirasakan oleh individu maupun masyarakat jika berzakat, nah ulasan berikut ini akan menjawab beberapa pertanyaan yang muncul tentang keutamaan berzakat.

1. Menyempurnakan Agama

Zakat merupakan bagian dari pondasi rukun islam yang keempat, setelah Syahadat, Sholat, dan Puasa. Dengan menjalankan zakat, maka akan semakin sempurna ibadah seseorang dalam menjalankan perintah agama. Hal ini tentunya merupakan suatu tujuan dari setiap muslim demi mendapatkan ridho dari Allah SWT.

2. Mensucikan dan Menambah Harta
Kata Zakat sendiri memiliki makna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Dapat diartikan dengan berzakat maka Allah SWT akan mensucikan harta dan jiwa kita dari dosa. Selain itu zakat juga bermakna An-Numuw, atau tumbuh dan berkembang. Makna ini semakin menegaskan bahwa orang yang  menunaikan zakat, Insya Allah hartanya akan terus bertambah dan berkembang sesusia

3. Ampunan Dosa
Sebagaimana tertulis dalam Alquran surat Al Maidah ayat 12, yang menyatakan Allah berjanji mengampuni dosa-dosa hambanya yang mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul.

"Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari  jalan yang lurus.” (QS. Al Maidah: 12)

4. Mendekatkan kepada Allah SWT
Menunaikan zakat adalah salah satu bentuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Zakat juga mengajarkan kita bagaimana menjadi pribadi yang pemurah, ikhlas dan tulus memberikan bantuan ke orang lain yang membutuhkan.

5. Mendatangkan Keberkahan
Salah satu makna zakat lainnya adalah Al-Barakatu, yang artinya berkah. Dengan membayarkan zakat atas harta yang kita miliki akan selalu dilimpahkan juga keberkahan oleh Allah SWT.  keberkahan harta ini tentunya akan berpengaruh pada keberkahan kita dalam menjalani hidup, Insya Allah.

 

Bayar Zakat

Bayar Zakat


Rabu, 03 Maret 2021

SEDEKAH JARIYAH BANYAK MANFAATNYA

Sedekah jariyah atau merupakan pemberian yang bisa memberikan pahala secara terus menerus bagi orang yang melakukannya. Pada dasarnya, sedekah merupakan sesuatu yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dengan maksud untuk membantu dan berdasarkan karena Allah taala. Bahkan, sedekah jariyah pun termasuk pada salah satu amalan baik di mana Allah akan mengganjarnya dengan pahala berlipat dan terus mengalir.

Seperti yang tercantum dalam sebuah hadits berikut: "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya "(HR. Ibnu Majah).

Dari hadits tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya banyak sekali jenis sedekah yang bisa kita lakukan. Sehingga, meskipun kita bukanlah orang yang kaya, namun kita tetap bisa bersedekah dengan ilmu yang dimiliki atau makanan yang dimiliki. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa jenis atau contoh dari sedekah jariyah. Yang mana, ketika hal-hal berikut dilakukan oleh sesorang maka bisa mengantarkannya pada pahala yang terus mengalir sampai hari Kiamat nanti.

Membangun Masjid

Sedekah Jariyah

Seperti yang kita ketahui, masjid adalah tempat beribadah umat Islam dimana pun berada. Masjid pun merupakan rumah Allah, karena Allah akan senantiasa berada di dalam masjid dan menjaganya. Membangun masjid, adalah sebuah amal yang sangat baik dan tentunya bernilai pahala besar di sisi Allah. Seperti yang kita ketahui, ketika masjid dibangung, maka akan banyak sekali warga masyarakat yang beribadah di sana.

Tentunya ketika masjid tersebut digunakan oleh masyarakat untuk beribadah, walaupun orang yang membangunnya sudah meninggal, pahala untuk orang yang membangun akan terus mengalir. Itulah kenapa membangun masjid ini bisa dikategorikan sebagai salah satu contoh sedekah jariyah.

Meskipun begitu, untuk bersedakah jariyah pun bukan hanya masalah membangun masjid. Juga termasuk pada orang-orang yang mau mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, atau membina masjid agar senantiasa bisa digunakan dengan nyaman oleh masyarakat luas yang ingin beribadah di dalamnya.

Ada salah satu hadits yang mengatakan seperti berikut: "Barangsiapa yang membangun masjid demi mencari wajah Allah, niscaya Allah bangunkan rumah baginya di surga" (Terdapat dalam Ash-Shahihain). Pun ada juga hadits lainnya yang berbunyi: "Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga" (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Hal ini berarti, setiap orang yang mau membangun masjid dengan dasar ingin mencari keridhaan Allah, atau ingin bertemu dengan Allah dalam keadaan yang baik, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di Surga.

Membuat Buku yang Bermanfaat

Seperti yang kita ketahui, buku menjadi sarana penting untuk masyarakat bisa belajar dan mengetahui banyak hal. Bahkan, banyak yang berpendapat bahwasannya buku ini merupakan jendela dunia. Pasalnya, kita bisa mendapatkan segala macam hal dengan membaca buku. Kita bisa tahu akan sesuatu hal karena membaca buku.

Ada salah satu kelebihan dan keutamaan dalam membuat buku ini, terlebih ketika buku yang dibuat adalah buku yang bermanfaat dan berguna bagi orang banyak. Pasalnya, setiap buku yang dibuat dan bermanfaat untuk banyak orang, meskipun pembuatnya sudah meninggal, namun bukunya masih dibaca dan dirasakan manfaatnya oleh orang yang masih hidup, maka pahalanya tetap mengalir.

Inilah kenapa, membuat buku yang bermanfaat, berisi pengetahuan yang banyak, apalagi berisi hikmah dan pelajaran yang bisa meningkatkan ketakwaan seseorang kepada Allah, bisa menjadi sedekah jariyah yang mana pahalanya tidak akan terputus hingga hari kiamat. Hal itu pula yang mendasari sebuah istilah bahwa buku dan tulisan bisa membuat seorang penulisnya menjadi abadi.

Mengajarkan Ilmu

Bagi semua orang, ilmu merupakan hal yang berguna untuk kehidupan. Bahkan, ketika seseorang memiliki satu ilmu yang sudah sangat paham terhadapanya, kemudian ia menyebarkannya kepada orang lain, dan orang lain merasa berguna akan ilmu tersebut, maka pahala untuk orang yang menyebarkan ilmu tersebut.

Bahkan, menyebarkan ilmu yang bermanfaat pun adalah sebuah sedekah jariyah yang mana pahalanya tidak akan pernah putus walaupun orang tersebut sudah meninggal dunia. Hal itu sesuai dengan yang tercantum pada hadits berikut:

"Sesungguhnya termasuk amalan dan kebaikan orang mukmin yang masih mengalir pasca kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, atau anak shalih yang ditinggalkannya, atau mushhaf al-Qur`an yang diwariskannya, atau masjid yang dibangunnya, atau rumah singgah bagi para musafir yang dibangunnya, atau sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dkeluarkan dari hartanya saat sehatnya dan di masa hidupnya, (semua itu) masih mengalir kepadanya pasca kematiannya. " (HR. Ibnu Majah; Shahih at-Targhib).

Dari hadits tersebut sudah bisa ketahui bahwasannya ketika bisa mengajarkan sebuah ilmu kepada orang lain, lalu menyebarkan ilmu tersebut ke khalayak luas, maka pahalanya akan terus mengalir setelah kematian kita nantinya. Pasalnya, ilmu ini sifatnya  menyebar dan bisa meluas. Apalagi ketika orang yang diajarkan merasa ilmu tersebut berguna, lalu digunakan untuk kebaikan dan disebarkan kembali pada orang lain, tentu pahala adalah jaminan bagi orang yang sudah rela mengajarkannya.

Mewariskan Al Quran

Dalam hadis sebelumnya disebutkan, tidak hanya ilmu yang disebarkan saja, melainkan juga mushaf Al Quran yang diwariskan kepada orang lain merupakan bentuk sedekah jariyah. Seperti yang kita ketahui, AL Quran merupakan kitab suci umat Islam yang bisa jadi setiap hari dibaca. Ketika seseorang membaca Al Quran meski satu huruf pun sudah dicatat satu kebaikan untuk pembacanya.

Begitu pun dengan orang yang sudah memberikan atau mewakafkan Al quran tersebut. Setiap ada orang lain yang membacanya, maka selama itu pula pahalanya akan tetap mengalir secara terus menerus meskipun dirinya sudah mengalami kematian. Bahkan, nantinya Al Quran inilah yang bisa menaungi dan menyelamatkan dirinya di akhirat kelak. Itulah mengapa, jika Anda tidak punya harta banyak, tapi punya ilmu atau punya Al Quran, wariskan atas nama Allah. Niscaya atas izin-Nya bisa menjadi sedekah terbaik bagi Anda.

Membangun Panti Asuhan

Pada dasarnya, panti asuhan merupakan tempat yang digunakan oleh anak-anak yatim piatu yang ditinggalkan orang tuanya. Atau anak-anak yang sengaja ditinggalkan maupun dititipkan oleh orangtuanya dengan berbagai alasan. Ada salah satu contoh sedekah jariyah yang mana bisa mengantarkan Anda pada pahala yang tidak terputus, yakni menyantuni anak yatim dan membangunkan rumah atau panti asuhan untuk mereka.

Hal ini tertuang dalam Al Quran, salah satunya seperti pada penggalan ayat berikut ini: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, …," (Q.S. An Nisa 4:36)

Tak hanya itu, anak-anak yatim pun merupakan sosok yang kehadirannya sangat di perhatikan oleh Rasulullah SAW. Bahkan dalam sabdanya pun, Rosulullah mengisyaratkan kedekatan antara Beliau dengan anak yatim ibarat jari telunjuk dan jari tengah. (H.R. Bukhari) Dengan beberapa contoh sedekah jariyah tersebut, tentunya kita semua tahu, bahwa sedekah jariyah bukan hanya sedekah yang dikeluarkan berbentuk materi saja. Akan tetapi, banyak hal yang bisa kita berikan agar kita pun bisa mendapatkan pahala yang tidak terputus. Semoga dengan adanya  ulasan beberapa contoh sedekah jariyah ini, bisa membawa kita untuk senantiasa bersedekah dengan ikhlas, semata-mata hanya untuk mengharapkan ridha Allah dan semua kebaikannya di dunia maupun di akhirat kelak.

Sedekah Jariyah

Sedekah Jariyah

 


Rabu, 24 Februari 2021

CARA MENGHITUNG PAJAK PENGHASILAN

 

Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan merupakan bagian dari zakat maal dan wajib diberikan atas pendapatan yang dimiliki. Meskipun secara garis besar wajib dikeluarkan oleh mereka yang memiliki pendapatan, akan tetapi tidak semuanya wajib memberikan zakat penghasilan. Lantas siapa saja yang wajib memberikannya dan adakah syaratnya?

Siapa yang Wajib Memberikan Zakat Penghasilan?

Sesuai dengan yang tertuang pada Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 257, tidak semua orang bisa mengeluarkan zakat penghasilan. Mereka yang berpenghasilan rutin dan mendapatkannya dengan halallah yang bisa memberikan zakat profesi. Pada Peraturan Menteri Agama No 52 tahun 2014, kemudian dijelaskan lagi bahwa nishab yang digunakan sebesar Rp 5.240.000,000 /bulan.

Apabila kamu sesuai dengan dua kriteria di atas dan dalam keadaan merdeka, baligh dan berakal, maka wajib memberikan zakat. Selanjutnya, pemberian zakat bisa dilakukan setiap bulan atau dijumlah dalam satu tahun. Besaran zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 % dari total penghasilan setiap bulannya.

Dalam mengeluarkannya, tidak serta merta hanya mengalikan penghasilan dengan 2,5%. Ada ketentuan tertentu yang harus ada penuhi, seperti besaran gaji apa yang harus dikalikan 2,5%? Gaji pokok, gaji kotor? Atau jumlah gaji yang sudah dikurangi berbagai kebutuhan sehari-hari?

Ketentuan Gaji yang Wajib Dizakatkan

Pada peraturan menteri agama di atas dan sesuai dengan apa yang tertulis resmi pada website Baznas, besaran nisab adalah Rp 5.240.000. Lantas, besaran nisab yang telah ditentukan tersebut apakah gaji pokok, gaji kotor, atau gaji yang sudah dikurangi dengan berbagai kebutuhan sehari-hari?

Jawabannya, 2,5% yang harus dikeluarkan sebagai zakat penghasilan diambil dari gaji bruto atau gaji kotor dan bukan gaji bersih. Gaji bruto adalah keseluruhan pendapatan yang diterima setiap bulannya. Jadi zakat penghasilan gaji bruto dan bukan yang sudah dipotong untuk kebutuhan sehari-hari dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Menghitung Zakat Profesi?

Secara garis besar rumus untuk menghitung berapa besar zakat profesi yang harus dikeluarkan hanya tinggal dikalikan saja. Jumlah pendapatan bruto dikali 2.5%, maka diketahui berapa besar zakat profesi yang harus dikeluarkan.

Contoh Menghitung Zakat Profesi

Untuk menghitung zakat profesi caranya mudah, kamu cukup mengikuti cara yang sudah dituliskan di atas. Contohnya adalah sebagai berikut :

  • Penghasilan per bulan adalah Rp 6.000.000,00
  • Jumlah Zakat yang harus dikeluarkan sebesar 2,5%

Cara menghitung yang harus dibayarkan adalah Rp 6.000.000,00 x 2,5% = Rp 150.000,00 /bulan. Apabila ingin dikeluarkan setiap satu tahun sekali, maka tinggal dikalikan saja Rp 150.000,00 x 12 = Rp 1.800.000,00 /tahun.

Siapa yang Berhak Menerima Zakat Penghasilan

Apabila sudah mengetahui berapa besaran zakat yang harus dikeluarkan, maka siapakah yang berhak menerima zakat penghasilan? Untuk mengetahui siapa yang berhak menerima zakat , semuanya sudah dituliskan dalam Al Qur’an surat At Taubah ayat 60. Menurut surat tersebut ada 8 golongan yang berhak menerima zakat.

Golongan tersebut adalah, fakir, miskin, amil zakat, mualaf, budak, gharim, fi sabilillah, dan terakhir ibnu sabil. Ke delapan golongan itulah yang berhak untuk diberikan zakat. Jika kamu salah dalam memberikan zakat penghasilan, maka itu hanya dihitung sebagai infak atau sedekah saja.

Bagaimana Cara Menyalurkan Zakat?

Bisa dengan datang kekantor baznas terdekat atau bisa ke Lembaga amil Zakat Nurul hayat.
 
Zakat Penghasilan


 
 
 

Selasa, 09 Februari 2021

LEBIH PRAKTIS DENGAN DONASI ONLINE

 Kelebihan Bersedekah Donasi Online

Donasi Online

Sedekah atau berdonasi adalah kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu orang yang sedang membutuhkan bantuan kita. Aktivitas bersedekah dapat menjadi bentuk rasa bersyukur kita atas rezeki yang kita dapatkan dan menyisihkannya untuk orang lain yang sedang membutuhkan. Dulu berdonasi banyak masih menggunakan cara konvensional, dengan kata lain harus bertemu langsung dengan orang yang membutuhkan. Tapi saat ini, dengan semakin majunya zaman dan teknologi, dapat kita temukan dengan mudah situs-situs crowdfunding atau penggalangan dana yang juga menjadi cara lain dan lebih modern untuk menyalurkan sedekah kita. Termasuk platform zakatkita.org yang selain memudahkan kita untuk bersedekah juga memiliki keunggulan lain dalam sedekah online dibandingkan dengan cara yang konvensional. Yuk kita simak keunggulan bersedekah atau donasi secara online :

1. Lebih Praktis

Kini dengan platform zakatkita.org berzakat, infaq, sedekah yang mudah hanya dengan sekali klik dari HP Anda. Jika ingin melakukan penggalangan dana, Anda hanya perlu mengisi formulir dan deskripsi lengkap pada menu “Galang Dana”. Sementara untuk melakukan donasi, Anda hanya perlu mengeklik “Donasi Sekarang”, Dan untuk berdonasi dapat dilakukan dengan berbagai pilihan metode, seperti transfer bank, mobile banking, kartu kredit, atau melalui dompet virtual Anda. Mudah kan?

2. Lebih Aman

Berzakat, infaq, sedekah memalui zakatkita.org terjamin aman, karena dikelola langsung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat yang telah memiliki izin resmi dari izin resmi dari Kementerian Hukum dan HAM serta . Di samping itu, identitas orang-orang yang melakukan penggalangan dana serta para penerima dana juga sudah terverifikasi sehingga dapat dipastikan bahwa dana tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagaimana mestinya. 

3. Banyak pilihan program yang sesuai dengan keinginan Anda

Di zakatkita.org Anda dapat memilih program-program sosial yang tersedia dari berbagai aspek dan kebutuhan yang dapat disesuaikan dengan tujuan kita dalam berdonasi. Dan juga dengan banyaknya pilihan program, zakatkita.org dapat menjangkau lebih banyak mustahik yang membutuhkan.

4. Transparan

Berbagi Kebaikan di zakatkita.org transparan karena penggalang dana akan secara rutin melaporkan bukti penyaluran, sehingga para donator dapan memantau untuk apa saja dana tersebut digunakan.

5. Dikelola langsung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat

Program kemanusiaan dan sosial di zakatkita.org dikelola langsung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat yang sudah banyak dipercaya oleh para donator sebagai pengelola dana kemanusiaan.

6. Lebih nyaman

Selain karena alasan kepraktisan, banyak orang yang merasa lebih nyaman melakukan donasi secara online karena alasan kerahasiaan. Jika tidak ingin nama diketahui banyak orang, Anda boleh tidak menuliskan nama pada saat berdonasi. Hanya dengan beberapa klik, bantuan yang Anda berikan secara ikhlas tersebut akan segera sampai kepada penerima.

7. Bisa Dilakukan dimana saja

Dan tentunya, dengan sistem yang online, Berzakat, infaq, Sedekah dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja yang kita mau.

Itu tadi keunggulan-keunggulan bersedekah atau donasi secara online. zakatkita.org sebagai salah satu situs crowdfunding yang mengajak para sahabat untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara- saudara kita yang sedang membutuhkan melalui program-program yang sudah tersedia di platform zakatkita.org. Yuk bersedekah sekarang agar hati jadi lebih tenang!

Kamis, 04 Februari 2021

BEBERAPA MANFAAT SEDEKAH SUBUH

Sedekah Subuh - Sedekah adalah amalan yang amat dianjurkan untuk rutin dilakukan. Apalagi jika dilakukannya di awal waktu kita melakukan aktivitas sehari-hari. Sebab dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda bahwa, “ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari

 
Sedekah Subuh

Diantara waktu yang banyak dalam satu hari selama 24 jam subuhlah waktu yang tepat dan paling utama untuk  bersedekah. Inilah beberapa kedasyatan yang akan kita dapat setelah melakukan sedekah subuh :

1. Di Do'akan malaikat
Tidak banyak orang yang tahu, bahwa keutamaan dalam sedekah subuh yang pertama ialah akan ada dua malaikat yang datang kebumi pada pagi hari untuk mendo'akan kita, ketika kita telah menafkahkan sebagian harta kita untuk orang-orang yang lebih membutuhkan. Sebagiamana dalam hadits Bukhari dan Muslim yang artinya;

“Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari malaikat berkata, ‘Ya Allah, berikanlah rezeki kepada orang yang menafkahkan hartanya’. Sementara yang lain berkata, ‘Ya Allah, kurangkanlah dari yang dimiliki orang yang menahan hartanya’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua malaikat ini bertugas untuk mendo'akan manusia yang melaksanakan sedekah pada pagi hari, agar diberikan keluasan rezeki. Karena sedekah merupakan jenis amalan yang bertujuan untuk membersihkan harta seseorang. 

2. Menghapus Dosa
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa, maka dari itu jika kalian ingin diampuni dari segala dosa dan kesalahan kalian harus banyak-banyak melakukan amalan shalih ini dengan bersedekah khususnya waktu subuh.

3. Menolak Bala
Dasyatnya sedekah subuh juga kamu akan terhindar dari segala macam bahaya dan akhir yang buruk. Bersedekah secara rutin juga bisa mencegah kita dari mendadak mati dan bersedekah merupakan obat disaat sakit. Sebagaimana dalam hadits yang artinya:

“Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk.” (HR. Tirmidzi)

4. Dilipat Gandakan
Jangan takut jika kita sering berbagi hidup kita akan jatuh miskin, tenang saja sobat karena harta yang kita sedekahkan akan senantiasa Allah lipat gandakan. Ketika kita sudah terbiasa untuk beramal shalih ini maka kamu akan memanggil rezeki itu datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Membiasakan diri ke hal yang baik memang tidaklah mudah, perlu adanya kemauan yang sungguh-sungguh dan tetap diniatkan segala sesuatunya karena mengharap ridho Allah SWT. 

Sedekah memang boleh dilakukan kapan saja dan dimana saja, baik dalam kondisi lapang ataupun sempit. Berbeda dengan salat dan puasa yang memiliki ketentuan waktu dalam pelaksanaannya. Mungkin saat sebagian dari kita masih terlelap merasakan nikmatnya tidur di atas kasur yang empuk, kita yang melaksanakan sedekah subuh sudah sibuk meraih keridhoan Allah SWT. Ternyata sedekah subuh ini tidak hanya berupa uang melainkan bisa dengan berzikir, membagi makanan, mengajar ngaji, atau masih banyak cara lain yang bersifat sosial.

Dengan kita rutin melaksanakan sedekah subuh maka akan membantu banyak saudara-saudara kita dalam masa sulitnya. Selain bersedekah untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah, ternyata kita juga telah membantu sesama manusia. Mari kita bersama-sama untuk saling mengingatkan dan berlomba-lomba dalam kebaikan dengan menerapkan sedekah subuh ini didalam kehidupan masing-masing. 




Kapan kita harus mulai melakukan sedekah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa salah satu waktu terbaik untuk melakukan sedekah adalah saat kita masih sehat. Ketika masih sehat, kita akan lebih mudah mencaro rezeki dan bisa membagikannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Dan saat sehat, dalam bersedekah juga kan memiliki niat yang lebih ikhlas dan murni dengan niat untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Namun sebaliknya, saat kita mulai melakukan sedekah ketika sudah sakit, mungkin itu hanya suatu upaya dalam “merayu” Allah SWT.

Merayu disini berarti menginginkan agar Allah memberikan kesembuhan pada sakit kita. Itu artinya kita bersedekah dengan adanya tujuan tertentu. Untuk itu, disarankan agar melakukan sedekah saat masih sehat, terutama untuk melakukan sedekah di waktu subuh.

Demikian adalah penjelasan mengenai waktu terbaik untuk melakukan sedekah yang salah satunya adalah melakukan sedekah subuh. Keutamaan melakukan sedekah di waktu subuh yang tidak banyak orang tahu adalah bahwa adanya malaikat yang datang ke bumi pada pagi hari.

Mereka bertugas untuk mendo’akan siapapun yang melakukan sedekah pada hari itu. bagi yang bersedekah, maka malaikat akan berdo’a agar diberikan rezeki yang berlipat dan sebaliknya bagi yang menahan hartanya atau tidak bersedekah.

Semoga Postingan kali ini bisa bermanfaat minimal untuk mengingatkan kita agar tidak jauh dari yang namanya sedekah.

Untuk informasi seputar Zakat, Infaq dan Sedekah, silahkan klik :

https://nurulhayat.org/

https://zakatkita.org/

Aqiqah Anak: Kapan Waktu yang Tepat? Ini Tata Cara dan Persiapannya

Kelahiran seorang anak merupakan salah satu momen paling membahagiakan dalam kehidupan orang tua. Setelah menunggu selama berbulan-bulan, ha...