Seperti yang tercantum dalam sebuah hadits berikut: "Sesungguhnya
diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang
melakukannya wafat ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak saleh yang
ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya,
masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang
dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang
banyak, dan harta yang disedekahkannya "(HR. Ibnu Majah).
Dari
hadits tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya banyak sekali jenis
sedekah yang bisa kita lakukan. Sehingga, meskipun kita bukanlah orang
yang kaya, namun kita tetap bisa bersedekah dengan ilmu yang dimiliki
atau makanan yang dimiliki. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa jenis
atau contoh dari sedekah jariyah. Yang mana, ketika hal-hal berikut
dilakukan oleh sesorang maka bisa mengantarkannya pada pahala yang terus
mengalir sampai hari Kiamat nanti.
Seperti
yang kita ketahui, masjid adalah tempat beribadah umat Islam dimana pun
berada. Masjid pun merupakan rumah Allah, karena Allah akan senantiasa
berada di dalam masjid dan menjaganya. Membangun masjid, adalah sebuah
amal yang sangat baik dan tentunya bernilai pahala besar di sisi Allah.
Seperti yang kita ketahui, ketika masjid dibangung, maka akan banyak
sekali warga masyarakat yang beribadah di sana.
Tentunya ketika
masjid tersebut digunakan oleh masyarakat untuk beribadah, walaupun
orang yang membangunnya sudah meninggal, pahala untuk orang yang
membangun akan terus mengalir. Itulah kenapa membangun masjid ini bisa
dikategorikan sebagai salah satu contoh sedekah jariyah.
Meskipun
begitu, untuk bersedakah jariyah pun bukan hanya masalah membangun
masjid. Juga termasuk pada orang-orang yang mau mewakafkan tanah untuk
pembangunan masjid, atau membina masjid agar senantiasa bisa digunakan
dengan nyaman oleh masyarakat luas yang ingin beribadah di dalamnya.
Ada salah satu hadits yang mengatakan seperti berikut: "Barangsiapa yang membangun masjid demi mencari wajah Allah, niscaya Allah bangunkan rumah baginya di surga" (Terdapat dalam Ash-Shahihain). Pun ada juga hadits lainnya yang berbunyi: "Barangsiapa
yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil apa pun,
maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga" (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
Hal
ini berarti, setiap orang yang mau membangun masjid dengan dasar ingin
mencari keridhaan Allah, atau ingin bertemu dengan Allah dalam keadaan
yang baik, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di Surga.
Membuat Buku yang Bermanfaat
Seperti
yang kita ketahui, buku menjadi sarana penting untuk masyarakat bisa
belajar dan mengetahui banyak hal. Bahkan, banyak yang berpendapat
bahwasannya buku ini merupakan jendela dunia. Pasalnya, kita bisa
mendapatkan segala macam hal dengan membaca buku. Kita bisa tahu akan
sesuatu hal karena membaca buku.
Ada salah satu kelebihan dan
keutamaan dalam membuat buku ini, terlebih ketika buku yang dibuat
adalah buku yang bermanfaat dan berguna bagi orang banyak. Pasalnya,
setiap buku yang dibuat dan bermanfaat untuk banyak orang, meskipun
pembuatnya sudah meninggal, namun bukunya masih dibaca dan dirasakan
manfaatnya oleh orang yang masih hidup, maka pahalanya tetap mengalir.
Inilah
kenapa, membuat buku yang bermanfaat, berisi pengetahuan yang banyak,
apalagi berisi hikmah dan pelajaran yang bisa meningkatkan ketakwaan
seseorang kepada Allah, bisa menjadi sedekah jariyah yang mana pahalanya
tidak akan terputus hingga hari kiamat. Hal itu pula yang mendasari
sebuah istilah bahwa buku dan tulisan bisa membuat seorang penulisnya
menjadi abadi.
Mengajarkan Ilmu

Bagi
semua orang, ilmu merupakan hal yang berguna untuk kehidupan. Bahkan,
ketika seseorang memiliki satu ilmu yang sudah sangat paham
terhadapanya, kemudian ia menyebarkannya kepada orang lain, dan orang
lain merasa berguna akan ilmu tersebut, maka pahala untuk orang yang
menyebarkan ilmu tersebut.
Bahkan, menyebarkan ilmu yang
bermanfaat pun adalah sebuah sedekah jariyah yang mana pahalanya tidak
akan pernah putus walaupun orang tersebut sudah meninggal dunia. Hal itu
sesuai dengan yang tercantum pada hadits berikut:
"Sesungguhnya
termasuk amalan dan kebaikan orang mukmin yang masih mengalir pasca
kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, atau anak
shalih yang ditinggalkannya, atau mushhaf al-Qur`an yang diwariskannya,
atau masjid yang dibangunnya, atau rumah singgah bagi para musafir yang
dibangunnya, atau sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dkeluarkan
dari hartanya saat sehatnya dan di masa hidupnya, (semua itu) masih
mengalir kepadanya pasca kematiannya. " (HR. Ibnu Majah; Shahih at-Targhib).
Dari
hadits tersebut sudah bisa ketahui bahwasannya ketika bisa mengajarkan
sebuah ilmu kepada orang lain, lalu menyebarkan ilmu tersebut ke
khalayak luas, maka pahalanya akan terus mengalir setelah kematian kita
nantinya. Pasalnya, ilmu ini sifatnya menyebar dan bisa meluas. Apalagi
ketika orang yang diajarkan merasa ilmu tersebut berguna, lalu
digunakan untuk kebaikan dan disebarkan kembali pada orang lain, tentu
pahala adalah jaminan bagi orang yang sudah rela mengajarkannya.
Dalam
hadis sebelumnya disebutkan, tidak hanya ilmu yang disebarkan saja,
melainkan juga mushaf Al Quran yang diwariskan kepada orang lain
merupakan bentuk sedekah jariyah. Seperti yang kita ketahui, AL Quran
merupakan kitab suci umat Islam yang bisa jadi setiap hari dibaca.
Ketika seseorang membaca Al Quran meski satu huruf pun sudah dicatat
satu kebaikan untuk pembacanya.
Begitu pun dengan orang yang sudah
memberikan atau mewakafkan Al quran tersebut. Setiap ada orang lain
yang membacanya, maka selama itu pula pahalanya akan tetap mengalir
secara terus menerus meskipun dirinya sudah mengalami kematian. Bahkan,
nantinya Al Quran inilah yang bisa menaungi dan menyelamatkan dirinya di
akhirat kelak. Itulah mengapa, jika Anda tidak punya harta banyak, tapi
punya ilmu atau punya Al Quran, wariskan atas nama Allah. Niscaya atas
izin-Nya bisa menjadi sedekah terbaik bagi Anda.
Pada
dasarnya, panti asuhan merupakan tempat yang digunakan oleh anak-anak
yatim piatu yang ditinggalkan orang tuanya. Atau anak-anak yang sengaja
ditinggalkan maupun dititipkan oleh orangtuanya dengan berbagai alasan.
Ada salah satu contoh sedekah jariyah yang mana bisa mengantarkan Anda
pada pahala yang tidak terputus, yakni menyantuni anak yatim dan
membangunkan rumah atau panti asuhan untuk mereka.
Hal ini tertuang dalam Al Quran, salah satunya seperti pada penggalan ayat berikut ini: "Sembahlah
Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan
berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak
yatim, …," (Q.S. An Nisa 4:36)
Tak hanya itu, anak-anak yatim
pun merupakan sosok yang kehadirannya sangat di perhatikan oleh
Rasulullah SAW. Bahkan dalam sabdanya pun, Rosulullah mengisyaratkan
kedekatan antara Beliau dengan anak yatim ibarat jari telunjuk dan jari
tengah. (H.R. Bukhari) Dengan beberapa contoh sedekah jariyah tersebut,
tentunya kita semua tahu, bahwa sedekah jariyah bukan hanya sedekah yang
dikeluarkan berbentuk materi saja. Akan tetapi, banyak hal yang bisa
kita berikan agar kita pun bisa mendapatkan pahala yang tidak terputus.
Semoga dengan adanya ulasan beberapa contoh sedekah jariyah ini, bisa
membawa kita untuk senantiasa bersedekah dengan ikhlas, semata-mata
hanya untuk mengharapkan ridha Allah dan semua kebaikannya di dunia
maupun di akhirat kelak.