Rabu, 04 November 2020

HARGA KAMBING AQIQAH JOGJA

 

Harga Kambing Aqiqah Jogja

Harga Kambing Aqiqah Jogja

Sahabat, hadirnya seorang buah hati tentu menjadi hadiah terindah bagi setiap orang tua. Biasanya umat islam menyelenggarakan aqiqah sebagai tanda syukur atas kelahiran bayi mereka. Aqiqah dilakukan dengan cara menyembelih binatang ternak lalu dibagikan kepada kerabat dan tetangga. Nah, satu hal yang sering menjadi pertanyaan bagi sahabat sekalian, sebenarnya bagaimana sih aqiqah menurut islam? Apakah umat muslim wajib melaksanakan aqiqah atau tidak? Lalu bagaimana jika seorang anak sudah baligh namun belum pernah di-aqiqah, apakah ia berdosa? Berikut ini ulasan lengkap perihal seluk-beluk aqiqah menurut islam serta syarat kambing aqiqah.

Baca juga : Harga Kambing Aqiqah Jogja

Definisi Aqiqah

Secara bahasa, aqiqah berarti memotong (bahasa arab: al qat’u). Namun ada juga mengartikan sebagai “nama rambut bayi yang baru dilahirkan”. Sedangkan menurut istilah, aqiqah merupakan proses pemotongan hewan sembelihan pada hari ke tujuh setelah bayi dilahirkan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Ulama lain berpendapat bahwa aqiqah adalah salah satu bentuk penebus terhadap bayi yang dilahirkan, agar si bayi bisa terlepas dari kekangan jin. Hewan yang digunakan untuk aqiqah biasanya hewan ternak seperti kambing. Aqiqah dapat dilakukan di hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran si bayi. Untuk anak laki-laki diharuskan memotong dua ekorkambing, sedangkan untuk anak perempuan sebanyak satu ekor kambing. Ibadah aqiqah ini dilakukan hanya sekali seumur hidup sahabat, jadi bisa ditunaikan waktu dewasa.

Baca juga : Harga Kambing Aqiqah Jogja

Dalil-Dalil Dasar Aqiqah

Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang sunnahnya melakukan aqiqah bagi seorang bayi yang baru dilahirkan. Diantaranya yaitu:

Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah bersabda. : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (Hadits shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad , Ad Darimi)

Dari Aisyah dia berkata, Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, Rasulullah bersabda. : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Nasa’I, Ahmad)

Baca juga : Harga Kambing Aqiqah Jogja

Tata Cara Pelaksanan Aqiqah

Pelaksaan aqiqah tidak hanya sekedar memotong hewan sembelihan. Namun terdapat syarat dan ketentuan tertentu yang harus diikuti berdasarkan dalil-dalil agama. Nah, berikut ini tata cara pelaksaan aqiqah sesuai syariat yang harus diperhatikan.

A. Waktu pelaksanaan

Di hari ke-7 setelah kelahiran

Waktu aqiqah yang paling diutamakan adalahpada hari ke-7 setelah kelahiran si bayi. Acara aqiqah juga dibarengi denganpemberian nama bayi dan pencukuran rambut. Pendapat ini didasari oleh hadist:

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya,maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis1 rambutnya, dan diberinama.” (HR. Ahmad)

Apabila orang tua belum bisa melakukan aqiqah di hari-7, makaboleh mengundurnya hingga hari ke-14 atau ke-21. Pendapat ini didasari olehdalil:

“Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya.” (HR Baihaqi dan Thabrani).

B. Jenis dan Syarat Kambing Aqiqah yang disembelih

Untuk jenis hewan yang akan digunakan untuk aqiqah ialah hewan ternak, yaitu domba atau kambing. Tidak ada tuntunan yang mengatakan jenis kelaminnya. Sedangkan syarat-syarat pemilihan hewannya, kurang lebih sama dengan pemilihan hewan untuk kurban. Yakni:

  • Hewan harus sehat jasmaninya, tidak boleh cacat
  • Boleh betina ataupun jantan
  • Bukan hewan curian
  • Apabila Kambing, usianya harus minimal 1 tahun (memasuki tahun ke-2)
  • Apabila Domba, usianya harus minimal 6 bulan (memasuki tahun ke-7)

C. Jumlah hewan yang disembelih

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuklaki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (HaditsRiwayat Abu Dawud, Nasa’I, Ahmad)

Dari hadist diatas telah jelas disebutkan bahwa aqiqah untuk anak laki-laki diharuskan 2 ekor kambing. Sedangkan anak perempuan cukup 1 ekor kambing.

Baca juga : Harga Kambing Aqiqah Jogja

D. Sunnah lain saat Aqiqah

Dalam kitab Fathul Qarib, Al-Ghazi menjelaskan bahwa terdapat sunnah-sunnah yang sebaiknya dilakukan saat aqiqah,yaitu:

  • Memberikan nama pada anak di hari ke-7, tepatnya saat aqiqah. Alangkah indahnya jika kita memberi nama untuk buah hati kita dengan nama-nama yang islami
  • Mencukur rambut si bayi
  • Bersedakah sesuai dengan berat timbangan rambut yang dipotong

E. Hidangan aqiqah dibagikan kepada kerabat dan tetangga

Hewan yang disembelih saat aqiqah hendaknya diolah atau dimasak terlebih dahulu menjadi hidangan siap santap. Setelah itu, makanan tersebut boleh dibagikan-bagikan kepada orang lain. Yang lebih utama adalah kerabat dan tetangga.

Baca juga : Harga Kambing Aqiqah Jogja

Hikmah Menjalankan Aqiqah

Terdapat beberapa hikmah atau keutamaan dari proses pelaksanaan aqiqah, diantaranya yaitu:

  • Mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia lahirnya seorang anak sebagai penerus dalam keluarganya (baca: Manfaat ucapan Alhamdulillah)
  • Meneladani dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW
  • Sebagai momen untuk berbagi kepada sesama dan mempererat tali persaudaraan
  • Sebagai bentuk rasa gembira dan membagikan kebahagiaan tersebut kepada orang lain

Baca juga : Harga Kambing Aqiqah Jogja

Sahabat, demikianlah penjelasan mengenai syarat kambing untuk aqiqah, penjabaran tentang syarat-syarat aqiqah serta hikmah dari aqiqah. Semoga bermanfaat dan dapat membantu. Untuk melihat Harga Kambing Aqiqah Jogja, Harga Aqiqah Jogja Murah, Harga Paket Aqiqah Jogja, silahkan kunjungi website Aqiqah Nurul Hayat

Selasa, 03 November 2020

CATERING AQIQAH JOGJA MURAH

 

Catering Aqiqah Jogja

Bolehkah Mengganti Acara Syukuran 4 atau 7 Bulan Kehamilan dengan Hal Lain?

Kehamilan adalah suatu momen yang patut untuk disyukuri, Moms. Sebab, Allah SWT telah menitipkan sebuah amanah dan rezeki yang tak ternilai harganya dengan apa pun kepada calon ibu tersebut berupa janin di dalam kandungan yang kelak diharapkan dapat dirawat dan diasuh dengan sebaik-baiknya.

Bahkan untuk mensyukuri hal tersebut, ada beberapa tradisi turun temurun yang biasanya dilakukan ibu hamil dan keluarganya di Indonesia. Misalnya saja acara 4 bulan kehamilan atau 7 bulan kehamilan. 

Baca juga : Harga Catering Aqiqah Jogja

Penjelasan terkait Acara 4 atau 7 Bulan Kehamilan

Menurut Hadits Riwayat (HR) Imam Muslim, di usia 4 bulan, bayi di dalam kandungan sudah punya bagian-bagian tubuh yang lengkap sebagaimana layaknya seorang manusia. Selain itu, di usia kandungan 4 bulan, Allah SWT juga memerintahkan satu malaikat untuk melakukan dua hal. Pertama, meniupkan ruh ke dalam janin. Kedua, malaikat diperintah untuk mencatat empat perkara yang berkaitan dengan rezeki, ajal, amal, dan bahagia atau celananya janin ketika ia hidup dan mengakhiri hidupnya selama di dunia kelak. Maka itulah, banyak masyarakat Indonesia yang menggelar acara syukuran atau selamatan 4 bulanan.

Sedangkan, di usia kehamilan 7 bulan, bayi di dalam kandungan sudah banyak mengalami perkembangan yang lebih pesat dibandingkan saat ia masih berusia 4 bulan. Mulai dari berat badan bayi bertambah sehingga berdampak pada kondisi ibu. Anda biasanya akan mengalami nyeri di bagian pinggang karena ukuran bayi di dalam kandungan yang semakin besar. Tak hanya itu, di usia 7 bulan kehamilan, darah juga mulai mengalir di jaringan kulit bayi sehingga kulit yang tadinya keriput akan berangsur-angsur menjadi semakin halus. Maka itulah, ada banyak masyarakat pula yang melakukan selamatan 7 bulan untuk mendoakan kesehatan dan keselamatan ibu hamil maupun bayi yang dikandungnya.

Terkait tradisi syukuran 4 atau 7 bulan kehamilan, Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Ustaz Dr. Arrazy Hasyim MA. menjelaskan, bahwa hukum penyelenggaraan selamatan kehamilan bergantung dengan isi acaranya.  "Tradisi selamatan, kita tidak menghukuminya sesuai namanya, tapi sesuai isinya.  Dalam hal ini kita definisikan dulu, apa itu selamatan 4 bulanan. Setelah kita pandang kita teliti, maka tradisi selamatan 4 atau 7 bulanan hanyalah berisi tasyakuran dan doa agar si ibu dan si bayi mendapatkan keselamatan, menjadi anak yang saleh atau salehah," jelas Ustaz Arrazy. 

Jadi, jika kegiatan yang dilakukan positif, seperti membaca Al-Quran, zikir bersama, atau menyantuni anak yatim, maka acara selamatan saat hamil 4 bulan, boleh-boleh saja dilakukan.

"Semua itu adalah sunnah Rasulullah SAW. Kalau berdasarkan itu, tradisi selamat termasuk kepada tradisi yang baik," jelasnya.

Ustazah Hani Nurul Husna Lc, pendakwah rutin di Masjid An-Nabawi, Tangerang menambahkan, berzikir atau berdoa melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran juga sangat baik Anda lakukan bersama suami selama kehamilan. Hal ini pun diharapkan agar janin dalam kandungan dapat tumbuh menjadi anak yang saleh atau salehah.

Meski tak ada doa khusus untuk bayi di dalam kandungan, namun menurutnya semua doa yang ada pada Al-Quran mengandung hal baik. Ada pun salah satu doa yang bisa Anda panjatkan adalah sebagai berikut.

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

( Rabbij'alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī rabbanā wa taqabbal du'ā`)

Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (Qs.Ibrahim ayat 40)

Baca juga : Harga Catering Aqiqah Jogja

CATERING AQIQAH JOGJA

Inovasi terus dikembangan Catering Aqiqah Jogja,  yang terbaru dari pelopor aqiqah siap saji Nurul Hayat adalah paket Aqiqah Special Package All In One. Paket ini melengkapi paket-paket layanan yang sebelumnya hadir. Dengan paket ini Anda sudah tidak lagi repot dalam prosesi acara aqiqah, semuanya kami handle, mulai dari penceramah, hiburan Al-Banjari, pemimpin doa dan prosesi pemotongan rambut, mulai A sampai Z prosesi Aqiqah kami akan bantu.

Kini prosesi acara Aqiqah putra dan putri Anda tidak lagi ribet, cukup telfon saja ke hotline Catering Aqiqah Jogja dan lengkapi pesanan aqiqah Anda dengan paket Aqiqah Special Package. Tentunya layanan ini jauh lebih murah jika dibandingkan bila Anda mengurusi sendiri acara aqiqah, serahkan semuanya pada ahlinnya.

Mau menambah keberkahan acara Aqiqah dengan lantunan doa dari adek-adek yatim Nurul Hayat, kami pun siap membantu.

Catering Aqiqah Jogja Nurul Hayat siap melayani pemesanan Aqiqah untuk buah hati, sehingga ibadah menjadi mudah, praktis dan pastinya tidak ribet.

Aqiqah Online di Jogja  juga melayani pemesanan Aqiqah Nasi Kebuli Jogja dengan menawarkan harga Aqiqah Nasi Kebuli di Jogja dengan harga yang terjangkau.

Anda juga tak perlu sungkan-sungkan jika ingin bertanya terlebih dahulu tentang Catering Aqiqah Jogja Nurul Hayat, baik paket yang ditawarkan, harga Aqiqah Nasi Box di Jogja dan menu yang ditawarkan.

 

CATERING AQIQAH JOGJA NURUL HAYAT

Jalan Veteran no.160 Umbulharjo, DI Yogyakarta

Telp. (0274) 377444/ 081223735000 (WA)

 

Baca juga : Harga Catering Aqiqah Jogja

Senin, 02 November 2020

PAKET AQIQAH TANGERANG MURAH

 

Paket Aqiqah Tangerang

PAKET AQIQAH TANGERANG

Secara bahasa, aqiqah memiliki arti “memotong” yang berasal dari bahasa arab “al-qat’u”. Terdapat juga definisi lain aqiqah yaitu “nama rambut bayi yang baru dilahirkan”. Menurut istilah, aqiqah adalah proses kegiatan menyembelih hewan ternak pada hari ke tujuh setelah bayi dilahirkan. Hal ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Aqiqah biasanya dilakukan pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran seorang anak. Bagi anak laki-laki, untuk melaksanakan aqiqah wajib memotong dua ekor kambing sementara anak perempuan satu ekor kambing saja.

Berikut penjelasan lengkap mengenai aqiqah, yang dihimpun dari berbagai sumber.Pelaksanaan aqiqah adalah ajaran Rasulullah SAW. Dilihat dari sisi hukumnya, aqiqah dibedakan menjadi dua yaitu berhukum sunnah dan wajib. Pembagian ini berdasarkan pada dalil-dalil dan tafsir yang telah dilakukan oleh para ulama.

Secara sunnah, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, atau sunnah yang harus diutamakan. Artinya, apabila seorang muslim mampu melaksanakannya (karena mempunyai harta yang cukup) maka ia dianjurkan untuk melakukan aqiqah bagi anaknya saat anak tersebut masih bayi. Sementara bagi orang yang kurang atau tidak mampu, pelaksanaan aqiqah dapat ditiadakan.

Secara wajib, menurut hadist riwayat Ahmad yang berbunyi “Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.” (HR Ahmad), aqiqah wajib dilakukan. Dengan berpatokan pada hadist di atas, para ulama menafsirkan bahwasanya seorang anak tidak dapat memberi syafaat pada orangtuanya apabila ia belum diaqiqah. Meski demikian, pendapat ini masih kalah dengan pendapat bahwa aqiqah adalah sunnah sehingga ditolak oleh banyak ulama.

Baca juga : Paket Aqiqah Tangerang

1. Waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah:

Rasulullah bersabda: “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW ini, maka para ulama menyepakati bahwa waktu pelaksanaan aqiqah yang paling baik adalah pada hari ke-7 semenjak hari kelahiran. Namun jika berhalangan karena sesuatu dan lain hal, aqiqah dapat dilaksanakan pada hari ke-14 atau hari ke-21.

Namun jika seseorang tersebut berada dalam kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, maka kewajiban melaksanakan aqiqah pun gugur. Karena, apabila memang benar-benar tidak mampu, seorang muslim diperbolehkan untuk meninggalkan atau tidak melakukan ibadah aqiqah ini.

Baca juga : Paket Aqiqah Tangerang

2. Syarat-syarat dalam memilih hewan untuk aqiqah:

Tata cara aqiqah dalam Islam menganjurkan hewan qurban untuk disembelih. Hewan dengan kriteria yang serupa dengan hewan kurban seperti kambing dan domba yang sehat adalah yang sebaiknya dipilih untuk prosesi aqiqah. Umur dari hewan ternak ini pun tidak boleh kurang dari setengah tahun.

Baca juga : Paket Aqiqah Tangerang

3. Membagi daging hewan hasil aqiqah:

Dalam tata cara aqiqah menurut agama Islam, daging aqiqah yang sudah disembelih harus dibagikan kepada para tetangga dan kerabat. Namun terdapat perbedaan antara daging hasil aqiqah dengan daging kurban. Dalam bentuk pembagiannya, daging aqiqah harus diberikan dalam keadaan yang sudah matang, tidak boleh masih dalam kondisi mentah layaknya daging kurban.

Hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Orang yang memiliki hajat dan keluarganya juga disunnahkan untuk mengonsumsi daging aqiqah. Sementara, sepertiga daging lainnya diberikan pada tetangga dan fakir miskin.

Hal ini seperti yang tertuang dalam firman Allah SWT: “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. - Q.S. Al-Insan (8)

Baca juga : Paket Aqiqah Tangerang

4. Memberi nama anak pada saat aqiqah:

Dalam tata cara aqiqah, pada saat menyelenggarakannya disunnahkan juga untuk mencukur rambut si bayi dan memberinya nama yang memiliki arti yang baik. Karena, nama yang baik kelak akan mencerminkan perilaku serta akhlaknya kepada Allah SWT dan lingkungan sekitarnya.

Baca juga : Paket Aqiqah Tangerang

5. Prosesi mencukur rambut pada saat aqiqah:

Mencukur rambut adalah salah satu hal yang terdapat dalam tata cara aqiqah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan agar melakukan cukur rambut pada anak yang baru lahir di hari ke-7 nya. Dalam tata cara aqiqah menurut Islam, tidak terdapat hadits yang menjelaskan bagaimana seharusnya mencukur rambut si anak. Namun yang jelas pencukuran harus dilakukan dengan merata. tak lupa pada prosesi ini setiap masyarakat biasanya memeriahkan dengan membuat panggung atau background Aqiqah yang meriah untuk prosesi aqiqah untuk anaknya.

Baca juga : Paket Aqiqah Tangerang

6. Bacaan doa saat menyembelih hewan aqiqah:

Berikut adalah bacaan doa yang harus dilafazkan ketika melakukan penyembelihan terhadap hewan aqiqah:

"Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin."

Artinya : “Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

Baca juga : Paket Aqiqah Tangerang

7. Bacaan doa bagi bayi yang diaqiqahkan:

Berikut ini adalah bacaan doa bagi anak yang sedang diaqiqah:

"U'iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli 'ainin laammah."

Artinya : "Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian."

sekarang di Tangerang ada Paket Aqiqah Tangerang yang mempunyai banyak promo dan memudahkan ibadah aqiqah anda di musim pademi sekarang, Paket Aqiqah Tangerang solusinya.

Baca juga : Paket Aqiqah Tangerang

Mengapa Banyak Orang Tua Memesan Aqiqah Sebelum Bayi Lahir?

Menanti kelahiran buah hati adalah momen yang penuh kebahagiaan sekaligus persiapan. Selain menyiapkan perlengkapan bayi, memilih rumah saki...